Dr. Muhammad al-Tijani

Dr. Muhammad al-Tijani
Sebuah Tinjauan tentang Dr. Sayyid Muhammad al-Tijani al-Samawi al-Tunisi

 

Pertemuan dengan Dr. Sayyid Muhammad at-Tijânî as-Samâwî dari Tunisia

Ketika kita berbicara tentang para pemikir pembaharu dan tokoh yang mengabdikan hidup mereka untuk penelitian dan pencarian kebenaran, salah satu nama yang segera muncul adalah Dr. Sayyid Muhammad at-Tijânî as-Samâwî. Dengan sikap berani dan karya-karyanya, ia berhasil menarik perhatian kalangan intelektual, keagamaan, dan media.

At-Tijânî termasuk di antara mereka yang tidak menerima begitu saja warisan tradisional dari orang tua dan leluhurnya, melainkan meneliti langsung ke sumber-sumber, membandingkan, menimbang, lalu sampai pada kesimpulan-kesimpulan yang mengubah jalan hidupnya serta mempengaruhi banyak orang di sekitarnya.

Ia dianggap sebagai salah satu tokoh penting dalam panggung Islam kontemporer, karena perjalanan intelektual dan spiritualnya yang berujung pada keterikatannya kepada mazhab Ahlulbait (Syiah Itsna Asy’ariyah), setelah penelitian yang panjang, perjalanan ke berbagai negeri, serta berdialog dengan para ulama. Karya-karyanya menjadi saksi dari pencarian yang tulus dan metodis, dan hingga kini masih menjadi rujukan penting bagi para pencari kebenaran.

 

Kelahiran dan Masa Kecil

Ia lahir pada tahun 1365 H (1946 M) di desa Harbit, distrik Abu Kabir, provinsi Syarqiyah, Mesir. Ia tumbuh disebuah keluarga yang dikenal religius dan berpegang teguh pada nilai-nilai Islam. Sejak  masa kecilnya ia tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang penuh kesalehan, kesederhanaan, serta ketaatan pada tradisi keluarga.

Pendidikan dasar ia jalani di desanya, ia menghafal sejumlah surah al-Qur’an, mempelajari dasar-dasar bahasa Arab dan ilmu-ilmu agama. Kecerdasan, semangat belajar, dan ketekunannya menarik perhatian para gurunya, yang kemudian mendorongnya untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.

 

Pendidikan dan Studi

Setelah menuntaskan pendidikan dasar dan menengah, tijânî melanjutkan ke perguruan tinggi. Ia mendaftar di Universitas Tunis, menekuni bidang ilmu sosial dan keagamaan. Pada periode ini, ia berinteraksi dengan berbagai arus pemikiran dan ideologi, yang memperluas cakrawalanya dan memperdalam refleksinya.

Ia dikenal tekun dalam upaya penelitian dan tidak puas hanya dengan menerima informasi yang diwariskan tanpa kajian kritis. Semangat ilmiahnya membawanya melakukan perjalanan ke berbagai negeri Islam, mengunjungi pusat-pusat keilmuan ternama, serta berdialog dengan ulama dari berbagai aliran. Semua pengalaman itu membentuk kepribadian independen, menyadarkan dirinya akan keragaman pandangan dalam Islam, sekaligus meneguhkan pentingnya telaah mendalam terhadap fondasi-fondasi akidah.

 

Perjalanan Spiritual dan Transformasi Keyakinan

Dalam perjalanannya, tijânî dihadapkan pada banyak pertanyaan seputar iman, sunnah, dan sejarah Islam. Pertemuannya dengan para ulama Syiah, khususnya di Irak dan Iran, menjadi titik balik yang menentukan. Setelah bertahun-tahun membaca, membandingkan sumber-sumber Sunni dan Syiah, serta merenungkan dalil-dalil historis dan rasional, ia menyatakan keyakinannya dan berpindah ke mazhab Ahlulbait as.

Perubahan ini bukan hasil dari semangat sesaat atau pengaruh dangkal, melainkan buah dari penelitian yang sabar, objektif, tulus, dan berani. Ia sendiri menceritakan perjalanan ini dalam karya-karyanya, menyingkap kesulitan-kesulitan yang ia hadapi, perdebatan-perdebatan yang ia alami, serta resistensi dari sebagian kalangan terhadap orientasi barunya.

 

Kontribusi Intelektual dan Karya Tulis

Dr. at-Tijânî adalah seorang penulis sejumlah buku yang sangat berpengaruh di dunia Islam, di antaranya:

  • Kemudian Aku Mendapat Petunjuk (Thumma ihtadaytu),
  • Maka Aku Bersama Kebenaran (Fa-kuntu ma‘a al-ḥaqq),
  • Tanyakanlah Kepada Mereka! (As’alūhum),
  • Agar Aku Bersama Orang-Orang yang Benar (Li-akūna ma‘a al-ṣādiqīn),
  • serta karya-karya lain yang membahas persoalan akidah, sejarah, dan spiritualitas.

Tulisan-tulisannya menonjol karena kejelasan gayanya, kekuatan argumen, serta keterikatannya pada sumber-sumber autentik. Banyak diantara karyanya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, dan menjadi pencerahan bagi pembaca yang mencari pemahaman lebih mendalam tentang kebenaran.

 

Aktivitas dan Peran Sosial

Dr. at-Tijânî tidak hanya berhenti pada penelitian dan penulisan, tetapi juga aktif menghadiri berbagai konferensi, seminar, serta pertemuan Islam di berbagai negara. Di forum-forum itu, ia menyampaikan pandangannya dengan jernih dan berani. Aktivitas ini membuatnya mendapatkan penghargaan dan simpati dari banyak pihak, sekaligus kritik dan penolakan dari pihak lain yang berbeda pandangan.

Kendati demikian, ia tetap teguh pada jalan pencarian kebenaran, berpegang pada keyakinannya, dan meyakini bahwa tugas seorang intelektual adalah menyatakan kebenaran sebagaimana diyakini, meski harus menanggung risiko dan kesulitan.

 

Kedudukan dalam Dunia Islam

Berkat perjalanan unik dan keberanian intelektualnya, tijânî menempati posisi khusus dalam pemikiran Islam kontemporer. Ia menjadi rujukan bagi mereka yang ingin membandingkan mazhab-mazhab, serta mendekati Islam dengan cara yang konfrehensif dan kritis. Buku-bukunya beredar luas dan dipelajari, baik di lingkungan akademik maupun kalangan umum.

Ia dipandang sebagai salah satu simbol dialog intra-Islam, seorang pemikir yang mampu melampaui batas-batas warisan tradisional, untuk membangun visi berdasarkan penelitian dalil dan keterikatan pada sumber-sumber yang autentik.

Warisan dan Pengaruh

Warisan Dr. Sayyid Muhammad at-Tijânî as-Samâwî tidak hanya terbatas pada karya-karya tulis atau ceramah-ceramahnya, melainkan juga pada semangat kritis dan keterbukaan yang ia wariskan. Banyak peneliti dan pembaca muda, setelah mengetahui perjalanan hidupnya, terdorong untuk memulai pencarian intelektual mereka sendiri, dan tidak menerima begitu saja warisan yang ada tanpa penelitian ulang.

Oleh karena itu, namanya tetap terhubung dengan pencarian kebenaran yang tulus, kebebasan hati nurani, serta keberanian untuk mempertanyakan keyakinan yang mapan. Karya-karyanya terus membimbing generasi-generasi Muslim menuju pemahaman yang lebih dalam, lebih tercerahkan, dan lebih seimbang tentang agama mereka.