Kelahiran dan Asal Usul
Ia lahir pada tahun 1365 H (1946) di desa Harbit, yang termasuk dalam distrik Abu Kabir di provinsi Syarqiyyah, Mesir. Ia tumbuh dalam keluarga yang saleh dan religius, yang sejak kecil membentuk kepribadiannya. Ayahnya mendorongnya untuk menghadiri majelis ilmu di masjid serta mendalami Al-Qur’an dan hadis.
Pendidikan dan Studi
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, ia melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar di Kairo, di mana ia mempelajari fikih dan teologi. Ia menonjol karena kecerdasannya dan kemampuannya dalam berdebat, yang mendorongnya untuk memperdalam penelitian tentang berbagai mazhab dalam Islam.
Orientasi Intelektual dan Transformasi Doktrinal
Pada awalnya ia mengikuti mazhab Asy’ariyah Sunni yang berakar dalam tradisi Al-Azhar. Namun, seiring waktu dan melalui kajiannya, ia menemukan adanya kontradiksi dalam beberapa persoalan teologis dan historis. Hal ini mendorongnya untuk mempelajari sumber-sumber Syiah, khususnya karya-karya ilmu kalam dan kumpulan hadis. Keterbukaan intelektual ini akhirnya membawanya pada perubahan mendalam dalam pola pikirnya hingga ia menerima mazhab Syiah Dua Belas Imam.
Konversi ke Syiah
Peralihannya ke Syiah bukanlah hasil dari sekadar semangat emosional, melainkan buah dari penelitian bertahun-tahun serta pengkajian teliti terhadap dalil rasional maupun tekstual. Setelah membandingkan argumen kedua mazhab, ia sampai pada keyakinan bahwa posisi Syiah lebih kuat, terutama dalam persoalan imamah dan suksesi Nabi saw. Akhirnya, ia secara terbuka menyatakan dirinya sebagai penganut Syiah, meskipun harus menghadapi tekanan sosial dan akademik.
Aktivitas Ilmiah dan Publikasi
Setelah masuk ajaran Syiah, ia mencurahkan dirinya pada penulisan dan dakwah. Ia menerbitkan banyak karya tentang teologi, sejarah Islam, dan fikih komparatif. Buku-bukunya bertujuan untuk memperkenalkan Syiah kepada pembaca Sunni maupun non-Muslim dengan metodologi argumentatif dan rasional. Di antara karya-karyanya yang paling terkenal adalah: “Perjalanan Menuju Kebenaran”, “Untuk Allah, kemudian untuk Sejarah”, dan “Hidupku bersama Hadis”. Karya-karyanya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan tersebar luas di dunia Islam maupun di luar Islam.
Debat dan Kontroversi
Ia berpartisipasi dalam banyak debat televisi dan forum akademik, khususnya dengan tokoh-tokoh terkenal dari kalangan Salafi. Salah satu debatnya yang paling terkenal adalah dengan Syaikh Utsman Al-Khamis. Dalam pertemuan itu, ia membela posisi Syiah dengan tenang dan rasional, dengan merujuk pada sumber-sumber sejarah dan teks-teks autentik, sehingga meninggalkan kesan mendalam pada audiens.
Dampak dan Warisan
Perjalanan intelektualnya telah menginspirasi banyak peneliti dan mahasiswa untuk memperdalam studi komparatif antara Sunni dan Syiah. Meskipun ia menghadapi kritik dan serangan dari sebagian kalangan, namanya tetap terkait dengan keberanian intelektual dan pencarian kebenaran.
Singkatnya, kehidupannya merupakan saksi hidup dari sebuah pencarian spiritual dan rasional yang dapat membawa seseorang dari tradisi religius keluarga menuju transformasi doktrinal yang mendasar, yang diterimanya dengan ketulusan dan keteguhan.
Sep 14 2025
Dr. Sayyid Issam Ali Yahya Al-Imad
Dr. Sayyid Issam Ali Yahya Al-Imad
By indonesian • Biografi Orang Baru Masuk Syiah 0